Mendaftar Login Depan  
  
 Lihat Materi 
Dosen 
 
susandarini
Ratna SusandariniUser
Login
Lupa Password
Non User
Mendaftar
Menu Komunitas
Lihat Materi Kuliah
Lihat Arsip Berita
Diakses dari :
125.166.40.75

User-Agent :
Opera/9.63 (Windows NT 5.1; U; en) Presto/2.1.1

Jumlah Akses :
3039513 kunjungan
Sejak :
Selasa, 2 Maret 2004 05:43:03
 BAB 5. Klasifikasi Tumbuhan Fosil

 

Klasifikasi Tumbuhan Fosil 


 

1. Lycopsida 

 

Klasifikasi

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Lycopsida

Bangsa : Lepidodendrales

1. Suku : Lepidodendraceae

Marga : Lepidodendron, Lepidophloios, Stigmaria, Lepidostrobus, Lepidocarpon

2. Suku : Sigillariaceae

Marga : Sigillaria

 

 

Lepidodendraceae 

 

Dua marga yang mendominasi pada masa Karbon adalah Lepidodendron dan Lepidophloios. Nama marga Lepidodendron berasal dari struktur batang, sedangkan Lepidophloios merupakan nama yang semula diberikan untuk menyebut struktur daun. Spesimen Lepidodendron yang ditemukan menunjukkan bahwa tinggi pohonnya mencapai lebih dari 38 m, dengan diameter basal 2 m. Batangnya besar, tegak, bercabang banyak membentuk tajuk yang Ie bar. Batang seringkali tidak bercabang hingga ketinggian 20 m atau lebih, clan di bagian apikal membentuk percabangan menggarpu. Cabang-cabang yang membentuk akar disebut rhizofor atau rhizomorf. Daun berbentuk linier, dengan panjang minimall m, dan hila gugur dari cabang akan meninggalkan bekas pada batang.

 

Organ reproduktif Lepidodendrales berupa strobilus atau konus yang terdapat pada cabang-cabang distal. Sturktur strobilus terdiri dari aksis sentral dengan sporofil yang tersusun spiral dan bersirap. Sporangia terdapat pada permukaan atas sporofil. Pada jenis-jenis yang heterospor, mikrosporangia terdapat pada bagian apikal strobilus, sedangkan megasporangia pada bagian basal.

 


 

Gambar 5.1. Rekonstruksi Lepidodendron.

A. Habitus; B. Stuktur batang.

 

Stigmaria merupakan nama marga untuk menyebut organ rhizofor, yaitu cabang-cabang yang membentuk akar. Nama marga Lepidostrobus semula diberikan untuk organ konus, baik yang monosporangiat maupun bisporangiat. Adapun Lepidocarpon adalah nama marga untuk konus megasporangiat yang struktur dasarnya sarna dengan Lepidostrobus, tetapi dengan sporangia yang hampir seluruhnya tertutup oleh sporofil.

 




Gambar 5.2. Rekonstruksi organ reproduktif vbangsa Lepidodendrales. (A). Strobilus tipe Lepidostrobus; (B) dan (C). Spora tipe Lycospora; (D). Megaspora tipe Lepidocarpon.

 

Sigillariaceae 

 

Sigillaria merupakan tumbuhan yang berhabitus pohon, batang tidak bercabang, atau pada bagian apikalnya membentuk percabangan menggarpu sebanyak satu atau dua kali. Bagian basalnya memiliki rhizofor tipe Stigmaria. Daunnya berbentuk seperti daun rumput, memiliki satu atau dua tulang daun, dan apabila gugur akan meninggalkan bekas yang berbentuk heksagonal, bulat, atau oval. Konus pada Sigillaria terbentuk pada cabang-cabang lateral diantara daun-daun.

 


 

Gambar 5.3 Rekonstruksi habitus Sigillaria

 

2. Sphenopsida 

 

Klasifikasi

 

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Spheopsida

1. Bangsa : Sphenophyllales

Suku : Sphenophyllaceae

Marga : Sphenophyllum

 

2. Bangsa: Equisetales

Suku : Calamitaceae

Marga : Calamites, Arthrophytis, Asteromyelon, Calamostachys.

 

Sphenophyllaeeae 

 

Tumbuhan anggota Sphenophyta ditemukan pada masa Devon Atas, kemudian mencapai puncak pada Karbon Atas hingga menjelang akhir Permian. Habitus tumbuhan Sphenophyta berupa herba, batangnya muncul dari suatu rhizom yang berada di dalam tanah. Batang bercabang menggarpu, biasanya terdapat satu cabang pada tiap buku batang. Daun tersusun dalam lingkaran, dengan jumlah daun 6 - 9 pada tiap berkas. Panjang daun kurang dari 2 cm, memiliki satu atau dua tulang daun pada bagian pangkalnya, yang "kemudian tulang daun ini membentuk percabangan menggarpu 2 - 6 kali sebelum mencapai bagian apikal daun. Organ reproduktif berupa konus yang terdiri dari sporangiofor yang, tersusun melingkar, dan terdapat diantara braktea. Sporangiofor berbentuk perisai, dengan empat sporangia yang menghadap ke aksis konus.

 




Gambar 5.4. Rekonstruksi habitus, strobilus, clan struktur anatomi batang Sphenophyllum.

 

Calami taceae

 

Arthrophytis adalah nama marga untuk spesimen batang, sedangkan Calamites adalah nama marga yang semula diberikan untuk spesimen yang berupa bagian empulur batang. Nama marga untuk akar adalah Astromyelon, sedangkan Calamostachys merupakan nama marga untuk konus.

 


Gambar 5.5. Rekonstruksi habitus Calamites

 




Gambar 5.6. Rekonstruksi konus tipe Calamostachys

3. Filicopsida

 

Klasifikasi 

 

Divisi : Tracheophyta 

Kelas : Filicopsida

1. Bangsa : Stauropteridales

Suku : Saturopteridaceae

Marga : Stauropteris

 

2. Bangsa : Zygopteridales

Suku : Zygopteridaceae

Marga : Zygopteris, Metaclepsidropsis.

 

3. Bangsa : Coenopteridales

Suku : Marattiaceae

Marga : Psaronius, Scolecopteris.

 

Stauropteridaceae 

 

Tumbuhan anggota Stauropteridaceae berupa semak, ukuran tubuhnya kecil, daun tidak memiliki lamina, sporangia terminal, xilem batang dengan empat buah rigi-rigi. Pacta Stauropteris oldhamia, di setiap tingkat percabangan terdapat pasangan-pasangan aphlebiae (struktur seperti mikrofil) yang sel-selnya berdinding tebal dan memiliki berkas pengangkut kedl, yang menunjukkan bahwa struktur tersebut bersifat non-fotosintetik.

 

Zygopteridaceae 

 

Zygopteris memiliki rhizoid yang memanjang, bercabang menggarpu, membentuk dua tingkat tangkai daun. Permukaan rhizoid tertutup oleh aphlebiae yang berpasangan clan tersusun seperti tangga berpu tar (helix).

 

Metaclepsidropsis duplex memiliki rhizoid horizontal yangmendukung daun dengan susunan quadriseriat. Sporangia tersusun dalam sorus, masing-masing terdiri dari 3 - 4 sporangia. Spora tertipe trilet, dengan diameter 52 �m.

 

 

Marattiaceae

 

Tumbuhan anggota marga Psaronius berhabitus pohon, tingginya lebih kurang 10 m. Struktur dalam (anatomi) batang berbentuk bintang, terdiri dari serangkaian berkas pengangkut ampiflois konsentris yang terpisah oleh celah-celah. Akar adventif muncul dari batang, kemudian melengkung ke bawah sejajar dengan permukaan batang.

 

Nama marga untuk spesimen sporangia suku Marattiaceae adalah Scolecopteris. Sporangia tersusun dalam synangium yang bertangkai. Pada S. saharaensis, synangia terdiri dari 4 - 5 sporangia, dengan spora berbentuk oval, bertipe monolet, dan memiliki ornamentasi beru paspina (seperti duri).

 




Gambar 5.7. Rekonstruksi daun Psaronius (A) dengan synangium tipe Scolecopteris (B).

 

4. Progymnospermopsida dan Gymnospermopsida 

 

Klasifikasi

 

Divisi: Tracehophyta

 1. Kelas : Progymnospermopsida

Bangsa : Cordaitales

Suku : Cordaitaceae

Marga : Mesoxylon, Cardiocarpus.

 

 

2. Kelas : Gymnospermopsida

Bangsa : Pteridospermales

Suku : Medullosaceae

Marga : Dolerotheca

 

Cordaitaceae 

 

Tumbuhan anggota suku Cordaitaceae memiliki habitus berupa pabon, tingginya diperkirakan mencapai 30 m, dengan diameter basal lebih dari 1 m. Daunnya tak bertangkai, tersusun spiral, berbentuk pita. Pucuk yang mendukung organ reproduksi membentuk fruktifikasi, terletak diantara daun-daun, atau pacta posisi aksiler.

 

Nama marga Mesoxylon meruapakan nama yang diberikan untuk spesimen batang dari suku Cordaitaceae, sedangkan Cardiocarpus merupakan nama marga untuk menyebut spesimen ovulum, yang berbentuk bikonveks, bertipe platispermis, dengan ukuran 10 x 15 mm. Bagian luar sarkotesta ovulum tersebut tersusun atas gel-gel berdinding tipis yang makin ke dalam ukurannya makin keci!. Sklerotesta terdiri dari gel-gel sklerotik berdinding tebal dengan tonjolan-tonjolan seperti duri ke arab sarkotesta. Nuselus terpisah dari integumen, kecuali pacta bagian basalnya. Bagian distal nuselus yang berada tepat di sebelah bawah lubang mikropil berdifierensiasi membentuk ruang serbuk sari (pollen chamber).

 

Medullosaceae 

 

Salah satu genus yang mewakili suku Medullosaceae adalah Dolerotheca, yang merupakan nama marga untuk organ penghasil serbuk sari. Organ ini berupa kampanulum, suatu struktur berbentuk lonceng, hemispheris dengan tangkai yang letaknya eksentris, berdiameter 4 cm. Sporangia berpasangan, dan tersusun radier. Hasil interpretasi bahwa selanjutnya menyebutkan bahwa kampanulum merupakan synagium majemuk yang tersusun atas empat buah synagia radial yang terlipat.

 




Gambar 5.8. Rekonstruksi habitus Medullosa (A) clan struktur anatomi batangnya (8 clan C)

 




Gambar 5.9. Rekonstruksi kampanulum tipe Dolerotheeaformosa

 

Copyright © 2004, ICT UGM

;;